Elpiji Meroket, Mainar Sari Minta Pemkab Sintang Segera Bertindak
SINTANG | SenentangNews.com - Untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Sintang, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) bersama sejumlah agen gas Elpiji menggelar pasar murah.
Taufik, pelaksana dari SPBE Sintang mengungkapkan pasar murah tersebut telah dilakukan sejak awal bulan Oktober ini. Tujuannya adalah untuk mengatasi sulitnya gas elpiji dipasaran yang mengakibatkan harga gas elpiji meroket tinggi.
"Minggu lalu kita gelar di Masuka, hari ini kita gelar di sini (Diseprindagkop dan UKM Sintang), mungkin besok kita gelar ditempat lain," ujarnya ketika ditemui di halaman Disperindagkop dan UKM Sintang, Senin (15/10).
Mengenai ketentuan untuk membawa KTP atau KK, Taufik menjelaskan hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya salah sasaran dalam pasar murah ini.
"Jika menggunakan KK maka mendapatkan maksimal dua tabung, namun jika menggunakan KTP maka hanya bisa satu tabung saja. Ini kita lakukan agar tepat sasaran, jadi bukan digunakan untuk jual beli apalagi diperjualbelikan dengan harga tinggi," ucapnya.
Sarmani, Ibu paruh baya yang sehari-hari menjual gorengan mengatakan pernah membeli LPG tiga kilogram seharga Rp. 32.000,- per tabung. Ia mengaku pernah terpaksa membeli LPG tersebut karena sudah tak memiliki stok lagi.
"Saya pernah kehabisan gas, nyari sampai seberang sana dapatnya Rp. 32.000,- per tabung tapi mau dak mau lah saya sambil, kalau dak gitu ya dak jualan saya," ujarnya.
Meskipun harga LPG meroket tinggi dan langka, Sarmani mengungkapkan bahwa dirinya tidak menaikkan harga dagangannya.
"Ya sembarang, dak bisa naikkan harga begitu, nanti malah tak ada yang beli gorengan saya. Tak apalah untungnya sedikit, yang penting bisa buat makan," ucapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sintang, Mainar Sari mengapresiasi adanya Operasi Pasar yang dilakukan tersebut sehingga dapat membantu masyarakat dan pedagang kecil yang ada di Kabupaten Sintang.
"Tentu dengan adanya Operasi Pasar ini sangat membantu karena saat ini banyak warga masyarakat khususnya kaum Emak-Emak yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji ditambah lagi dengan harga yang melambung tinggi," tuturnya.
Namun demikian, Mainar Sari berharap Pemerintah Kabupaten Sintang melalui instansi terkait tak hanya menggelar Operasi Pasar namun juga melakukan penataan sejumlah agen maupun pengecer sehingga lonjakan harga yang disebabkan kelangkaan gas elpiji ini dapat teratasi.
"Sebisa mungkin lakukan langkah dalam mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji, mengingat saat ini, gas elpiji merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi masyarakat disampingnya kebutuhkan pokok lainnya," tukasnya. (Uli)